Select Menu

Ads

Random Posts

Lorem 1

Technology

Circle Gallery

Shooting

Racing

News

Lorem 4

Rabu, 15 Agustus 2012 11:05 WIB


yg ini cuma ilustrasi gan, pic benernya di bawah ini
Quote:

Spoiler for ini kupu yang termutasi:

atas: kupu2 normal
bawah: kupu2 yg termutasi
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontaminasi radioaktif di lingkungan juga mempengaruhi perkembangan kupu-kupu.(ANTARA/Idhad Zakaria)

Quote:
ANTARA News - Para ilmuwan menemukan mutasi bentuk sayap, antena, serta kaki pada kupu-kupu yang dikumpulkan setelah insiden kegagalan fungsi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima I menyusul gempa dan tsunami di Sendai, Jepang, tahun 2011.

Manurut hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal Scientific Reports, para peneliti menemukan hubungan antara mutasi kupu-kupu dan materi radioaktif dalam serangkaian percobaan laboratorium.

Dua bulan setelah kecelakaan pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi pada Maret 2011, tim peneliti Jepang mengumpulkan 144 kupu-kupu dewasa jenis Zizeeria maha dari 10 lokasi di Jepang, termasuk daerah Fukushima.

Dengan membandingkan mutasi pada kupu-kupu yang dikumpulkan dari lokasi yang berbeda, tim peneliti menemukan bahwa daerah dengan paparan radiasi paling tinggi menjadi tempat berkembangbiak kupu-kupu dengan sayap lebih kecil dan mata yang tidak tumbuh baik.

"Serangga dipercaya sangat tahan radiasi. Dalam hal ini hasil penelitian kami tak terduga," kata pemimpin peneliti Joji Otaki dari University of the Ryukyus, Okinawa, seperti dikutip laman BBC.

Tim peneliti yang dipimpin oleh Otaki membiakkan kupu-kupu di laboratorium yang berjarak 1.750 kilometer dari lokasi peristiwa Fukushima di mana paparan radiasi buatan sulit dideteksi.

Dari pembiakan kupu-kupu itu, para peneliti mengetahui beberapa kelainan yang tidak ditemukan pada generasi kupu-kupu yang sebelumnya dikumpulkan dari Fukushima seperti kelainan bentuk antena yang digunakan serangga untuk mengeksplorasi lingkungan dan mencari pasangan.

Namun penemuan dari penelitian terbaru mereka menunjukkan bahwa radionuklida yang terlepas pada peristiwa Fukushima masih mempengaruhi perkembangan binatang, bahkan setelah residu radiasi di lingkungan tak ada lagi.

Penemuan tim peneliti Jepang ini konsisten dengan hasil penelitian sebelumnya yang menunjukan bahwa burung dan kupu-kupu merupakan alat penting untuk menyelidiki dampak jangka panjang dari kontaminasi radioaktif di lingkungan.
Kasihan kupu-kupunya tak ikut mengungsi ketika terjadi kebocoran nuklir, terpapar radiasi dan akhirnya bermutasi deh

Semoga mutasinya tak sampai menyebabkan kepunahan, meski fisik berubah ke arah yg lebih buruk



                                                                                                                                                            sumber : kaskus

Hewan-hewan yang 'Ikut' Berpuasa

berpuasa bukan hanya dilakukan manusia, tetapi hewan pun ada yang berpuasa. Hewan-hewan tersebut biasanya berpuasa bukan disaat tertentu saja melainkan karena memang seperti itulah cara hidup mereka. Hewan-hewan apa sajakah itu?

Ular

Spoiler for Ular:

Sebenarnya, hewan melata ini terkenal rakus karena mereka senang memakan hewan apa saja. Bahkan ular-ular besar sejenis Piton sanggup melahap anak kerbau untuk sekali telan. Untuk mengolah makanan hasil tangkapannya, perut ular membutuhkan waktu yang lama. Selama masa pengolahan itulah, ular tahan tidak makan atau berpuasa selama berhari-hari, bahkan sampai 2 hingga 3 minggu. Ular terhitung mulai berpuasa ketika dia memakan mangsanya. Setelah mendapatkan mangsanya, biasanya ular tidak melakukan aktivitas apa-apa. Ular akan mencari tempat bersembunyi, lalu berdiam diri saja. Pada saat berpuasa, biasanya ular menjadi lebih sabar, berkurang ganasnya, dan tidak mudah marah oleh godaan atau gangguan kecil. Saat mengakhiri puasanya, ular akan berganti kulit dan kemudian menjadi ular sebagaimana lazimnya.

Ikan Salmon
Spoiler for Ikan Salmon:

Habitat ikan salmon sebenarnya ada di lautan. Namun biasanya, ikan salmon secara bergerombol akan berimigrasi ke air tawar dengan salah satu tujuannya adalah untuk bertelur. Migrasi yang harus menempuh jarak ribuan mil itu membuat ikan salmon harus berpuasa dari makanan selama berbulan-bulan. Karena dalam perjalanan yang panjang dan sulit itu mereka tidak memiliki waktu untuk makan. Cadangan lemak dalam tubuhnya merupakan sumber makanan yang akan memberi kekuatan mengarungi perairan hingga mereka sampai ke sungai. Pemakaian cadangan lemak tubuh ini akan menyebabkan perubahan sisik pada ikan salmon. Mereka menjadi ramping dan gesit, sehingga mampu melarikan diri dari jaring penangkap ikan atau lari dari sergapan hewan pemburu lain. Namun pada kondisi ini, banyak juga ikan salmon yang mati karena luka atau keletihan sehingga akhirnya hanya sedikit yang berhasil sampai ke hulu sungai.

Kukang
Spoiler for Kukang:

Kukang juga merupakan hewan penggemar kegiatan berpuasa. Primata terkecil di dunia yang dilindungi karena terancam punah ini terkenal sebagai pemalas. Kegiatan sehariannya hanya tidur dan menggantung di atas pohon. Walau suasana di sekitar kukang tersebut penuh keributan, tetapi hewan yang beraktivitas di malam hari tersebut tetap dapat bertahan tidur hingga seharian penuh tanpa memakan apapun. Jika perutnya sudah benar-benar lapar, barulah ia bangun untuk mencari makanan.

Unta
Spoiler for Unta:

Kekuatan berpuasa unta lebih dahsyat lagi! Hewan padang pasir ini terbiasa tidak makan dan minum selama 3 minggu sambil berjalan berpanas-panasan melintasi padang pasir yang gersang. Unta menjadikan punuknya sebagai tempat menyimpan air dan makanan yang ia telan. Sedikit demi sedikit lemak di punuk tersebut akan ia gunakan sebagai sumber energi. Itulah sebabnya, setiap unta berpuasa ia akan kehilangan 33% berat tubuhnya. Jika punuknya tampak kempes, berarti persediaan makanan di tubuhnya mulai menipis. Saat unta mulai merasa haus, unta dapat meminum ratusan liter air hanya dalam waktu singkat.

sumber : kaskus.co.id