Select Menu

Ads

Random Posts

Lorem 1

Technology

Circle Gallery

‹
›

Shooting

Racing

News

Lorem 4



Piramida Khafre




Piramida Khafre adalah piramida Mesir Kuno terbesar kedua di kompleks piramida Giza. Piramida ini merupakan makam firaun Khafra dari dinasti ke-4. Piramida Khafre memiliki panjang 215.5 m dan tinggi 148.5 m. Piramida ini terbuat dari blok-blok batu kapur.

Sejarah

Piramida Khafre kemungkinan dibuka dan dijarah selama Periode Menengah Pertama. Pada masa dinasti ke-18, pengawas pembangunan kuil menjarah batu penyelubung piramida ini untuk membangun kuil di Heliopolis atas perintah Ramses II. Sejarawan Arab Ibn Abd as-Salaam mencatat bahwa piramida ini dibuka tahun 1372. Piramida Khafre pertama kali dieksplorasi di masa modern oleh Giovanni Belzoni pada 2 Maret 1818, dan selanjutnya dijelajahi secara penuh oleh John Perring tahun 1837.

Piramida Agung Giza
Kheops-Pyramid.jpg
Lokasi Giza, Egypt
Status Selesai dibangun
Dibangun sekitar 2560 SM
Ketinggian
Atap 138.8 m, 455.2 ft
(Tinggi sebenarnya: 146.6 m, 480.9 ft)

Piramida Agung Giza adalah piramida tertua dan terbesar dari tiga piramida yang ada di Nekropolis Giza dan merupakan satu-satunya bangunan yang masih menjadi bagian dari Tujuh Keajaiban Dunia. Dipercaya bahwa piramida ini dibangun sebagai makam untuk firaun dinasti keempat Mesir, Khufu (Χεωψ, Cheops) dan dibangun selama lebih dari 20 tahun dan diperkirakan berlangsung pada sekitar tahun 2560 SM.. Piramida ini kadang-kadang disebut sebagai Piramida Khufu.

Sejarah

Piramida Agung Giza adalah bagian utama dari kompleks bangunan makam yang terdiri dari dua kuil untuk menghormati Khufu (satu dekat dengan piramida dan satunya lagi di dekat Sungail Nil), tiga piramida yang lebih kecil untuk istri Khufu, dan sebuah piramida "satelit" yang lebih kecil lagi, berupa lintasan yang ditinggikan, dan makam-makam mastaba berukuran kecil di sekeliling piramida para bangsawan. Salah satu dari piramida-piramida kecil itu menyimpan makan ratu Hetepheres (ditemukan pada tahun 1925), adik, dan istri Sneferu serta ibu dari Khufu. Juga ditemukan sebuah kota, termasuk sebuah pemakaman, toko-toko roti, pabrik bir, dan sebuah kompleks peleburan tembaga. Lebih banyak lagi bangunan dan kompleks ditemukan oleh Proyek Pemetaan Giza.
Beberapa ratus meter di barat daya Piramida Agung terdapat sebuah piramida yang sedikit lebih kecil, Piramida Khafre, salah satu penerus Khufu yang juga dianggap sebagai pembangun Sphinx Agung, dan beberapa meter lebih jauh ke barat daya adalah Piramida Menkaure, penerus Khafre, yang ketinggian piramidanya sekitar separuhnya.
Perkiraan waktu penyelesaian Piramida ini disepakati sekitar tahun 2560 BC.
Wazir Khufu, Hemon, atau Hemiunu, dipercaya sebagai arsitek dari Piramida Agung.


Abu Simbel


 Abu Simbel (yang bahasa Arab أبو سنبل atau أبو سمبل) adalah sebuah situs arkeologi yang terdiri dari dua kuil batu di selatan Mesir tepatnya di ujung Danau Nasser atau sejauh 290 kilometer baratdaya kota Aswan. Saat ini Abu Simbel adalah Situs Warisan Dunia UNESCO yang masuk bagian ke dalam Markah tanah Nubia, yang melingkupi dari Abu Simbel sampai ke Philae.
Kuil ini sebenarnya dipahat dari tebing batu pasir saat Firaun Ramses II masih berkuasa pada sekitar tahun 1250 SM, sebagai markah tanah terakhir untuknya dan istrinya Nefertari, untuk memperingati kemenangannya pada Pertempuran Kadesh, dan untuk menakuti tetangga Nubia.
Bagian dalam dari kuil besar (disebut juga Kuil Ramses II)) memiliki ketinggian yang menjulang hingga lebih dari 55 m (sekitar 180 kaki) dan terdiri dari serangkaian aula dan ruangan yang mengarah kepada pusat dari kuil. Kuil ini diperuntukkan Firaun Ramses II bagi para dewa utama dari Heliopolis, Memphis, dan Thebes. Struktur dari kuil ini dibuat sedemikan rupa sehingga cahaya dari matahari terbit dapat menerangi patung dari 3 dewa dan Firaun Ramses II di bagian pusat dan terdalam kuil. Kuil kecil (disebut juga Kuil Nefertari) diperuntukkan Firaun Ramses II bagi ratu yang juga istrinya, Nefertari, dan dewi Hathor.
Di bagian depan dari kuil besar terdapat 4 patung duduk Firaun Ramses II, dengan tinggi masing-masing lebih dari 20 m (sekitar 65 kaki).Sedangkan patung-patung lebih kecil dari Firaun Ramses II, Nefertari, dan anak mereka menghiasi bagian depan dari kuil kecil. Terdapat sejumlah prasasti dan relief di kuil besar, sebagian menampilkan fitur sejarah yang tidak biasa. Serangkaian relief melukiskan pertempuran antara bangsa Mesir dengan Bangsa Hittite di Kaldesh. Dua dari patung duduk Firaun Ramses II memiliki prasasti dalam bahasa Yunani yang berasal dari Abad 6 SM.Prasasti-prasasti yang ditulis oleh tentara bayaran Yunani merupakan salah satu prasasti Yunani tertua.
Abu Simbel, monumen terpenting bagi Nubia kuno, tidak diketahui keberadaannya oleh dunia barat hingga 1812, ketika kuil tersebut ditemukan oleh penjelajah Swiss Johann Ludwig Burckhardt (1784-1817). Pada 1964 proyek internasional untuk menyelamatkan Abu Simbel dari peluapan Danau Nasser yang merupakan waduk bagi Bendungan Aswan dimulai. Bagian-bagian dari kuil tersebut dipisahkan, dan pada tahun 1968 dirangkai kembali di situs baru yang terletak 64 m (210 kaki) di atas sungai.

Piramida Menkaure

Piramida Menkaure
Piramida Menkaure, berlokasi di Dataran Giza pada barat daya pinggiran kota Kairo, Mesir, adalah yang terkecil dari ketiga Piramida Giza. Piramida ini dibangun untuk menjadi makam Firaun dinasti keempat Mesir, Menkaure.

Ukuran dan konstruksi

Piramida Menkaure memiliki tinggi asli 65.5 meter (215 kaki). Saat ini, tingginya adalah 62 m (203 ft) dengan dasar 105 m (344 ft). Sudut kemiringannya adalah kira-kira 51°20′25″. Piramida ini dibangun dengan batu kapur and granit.

Usia dan lokasi

Tanggal pendirian piramida ini tidak diketahui, karena masa pemerintahan Menkaure belum ditentukan secara pasti, tapi piramida ini kemungkinan diselesaikan semasa abad 26 SM. Letaknya berjarak beberapa meter barat daya dari tetangga terdekatnya, Piramida Khafre dan Piramida Agung Khufu di nekropolis Giza.

Luxor



Kapal pesiar Nil sedang singgah di Luxor.
Luxor (bahasa Arab: الأقصر) adalah sebuah kota modern yang terletak di kedua tepi timur dan barat Sungai Nil di Mesir bagian utara. Dibangun di bekas lokasi Thebes, ibu kota Mesir kuno yang terkenal (2052 SM). Raja-raja Firaun memerintah di sini, menciptakan peradaban yang belum pernah dilihat dunia sebelumnya.
Tanah-tanah padang pasir bagian baratnya yang pada masa lalu dikenal sebagai “kota kematian” ialah tempat di mana semua penerus Dewa Amun dimakamkan bersama kekayaan yang dapat dibawa ke kehidupan abadi (menurut kepercayaan mereka). Menyimpan catatan koleksi seni dan catatan arkeologis Mesir purba yang berlimpah, sebagian bahkan dirunut kembali sampai 3000 SM. Penggalian terakhir dilakukan atas makam Fir’aun kecil, Tutankhamun, yang penuh dengan perhiasan emas, patung dan surat berharga.
Mencakup area seluas ±15 km² dan berpenduduk 93.000 jiwa, Thebes berlokasi terutama pada tepi timur lembah sungai yang subur itu. Pada lokasi asli, monumen-monumen tertua berasal dari Dinasti XI (2081-1939 SM), saat kota provinsi itu menjadi ibu kota Mesir bersatu.
Banyak penguasa Thebes yang meninggalkan warisan fisik yang bisa dipelajari. Kuil Hatshepsut dari Dinasti XVIII menggambarkan bahwa kelahirannya yang penuh keajaiban ialah sebab bersatunya Ratu Ahmes dan dewa Amon (menurut kepercayan Mesir kuno). Amenhotep III meninggalkan 2 patung besar setinggi ± 70 kaki (± 20 m) yang dikenal sebagai Kolossi Memnon. Firaun Ramses II memesankan dibuatkannya gambaran dari perang-perang besar, termasuk yang dialaminya sendiri melawan kaum Hittit Suriah, selain adegan festival pemujaan dewa hasil bumi. Menghiasi bagian luar kuilnya, gambar-gambar ini masih ada sampai kini. Tiap tahun, tak terhitung turis yang mengunjungi Luxor untuk mengagumi warisan kuno ini serta bukti lain peradaban purba.

Pengobatan



!Prasasti yang menggambarkan alat-alat pengobatan Mesir kuno.
Permasalahan medis di Mesir kuno kebanyakan berasal dari kondisi lingkungan di sana. Hidup dan bekerja di dekat sungai Nil mengakibatkan mereka terancam penyakit seperti malaria dan parasit schistosomiasis, yang dapat mengakibatkan kerusakan hati dan dan pencernaan. Binatang berbahaya seperti buaya dan kuda nil juga menjadi ancaman. Cidera akibat pekerjaan yang sangat berat, terutama dalam bidang konstruksi dan militer, juga sering terjadi. Kerikil dan pasir di tepung (muncul akibat proses pembuatan tepung yang belum canggih) merusak gigi, sehingga menyebabkan mereka mudah terserang abses.
Hidangan yang dimakan orang kaya di Mesir kuno biasanya mengandung banyak gula, yang mengakibatkan banyaknya penyakit periodontitis Meskipun di dinding-dinding makam kebanyakan orang kaya digambarkan memiliki tubuh yang kurus, berat badan mumi mereka menunjukkan bahwa mereka hidup secara berlebihan. Harapan hidup orang dewasa berkisar antara 35 tahun untuk laki-laki dan 30 tahun untuk wanita.
Tabib-tabib Mesir Kuno termasyhur dengan kemampuan pengobatan mereka dan beberapa, seperti Imhotep, tetap dikenang meskipun telah lama meninggal. Herodotus mengatakan bahwa terdapat pembagian spesialisasi yang tinggi di antara tabib-tabib Mesir; misalnya beberapa tabib hanya mengobati permasalahan pada kepala atau perut, sementara yang lain hanya mengobati masalah mata atau gigi. Pelatihan untuk tabib terletak di Per Ankh atau institusi "Rumah Kehidupan," yang paling terkenal terletak di Per-Bastet semasa Kerajaan Baru dan di Abydos serta Saïs di Periode Akhir. Sebuah papirus medis menunjukkan bahwa bangsa Mesir memiliki pengetahuan empiris soal anatomi, luka, dan perawatannya
Luka-luka dirawat dengan cara membungkusnya dengan daging mentah, linen putih, jahitan, jaring, blok, dan kain yang dilumuri madu untuk mencegah infeksi. Mereka juga menggunakan opium untuk mengurangi rasa sakit. Bawang putih maupun merah dikonsumsi secara rutin untuk menjaga kesehatan dan dipercaya dapat mengurangi gejala asma. Ahli bedah mesir mampu menjahit luka, memperbaiki tulang yang patah, dan melakukan amputasi. Mereka juga mengetahui bahwa ada beberapa luka yang sangat serius sehingga yang dapat mereka lakukan hanyalah mebuat pasien merasa nyaman menjelang ajalnya.

Teknologi

Dalam bidang tekonologi, pengobatan, dan matematika, Mesir kuno telah mencapai standar yang relatif tinggi dan canggih pada masanya. Empirisme tradisional, sebagaimana dibuktikan oleh Papirus Edwin Smith dan Ebers (c. 1600 SM), ditemukan oleh bangsa Mesir. Bangsa Mesir kuno juga diketahui menciptakan alfabet dan sistem desimal mereka sendiri.

 
!Salah satu peninggalan Mesir kuno yang bernilai seni tinggi.

Tembikar glasir bening dan kaca

Bahkan sebelum masa keemasan di bawah kekuasaan Kerajaan Lama, bangsa Mesir kuno telah mampu mengembangkan sebuah material kilap yang dikenal sebagai tembikar glasir bening, yang dianggap sebagai bahan artifisial yang cukup berharga. Tembikar glasir bening adalah keramik yang terbuat dari silika, sedikit kapur dan soda, serta bahan pewarna, biasanya tembaga. Tembikar glasir bening digunakan untuk membuat manik-manik, ubin, arca, dan lainnya. Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk menciptakan tembikar glasir bening, namun yang sering digunakan adalah menaruh bahan baku yang telah diolah menjadi pasta di atas tanah liat, kemudian membakarnya. Dengan teknik yang sama, bangsa Mesir kuno juga dapat memproduksi sebuah pigmen yang dikenal sebagai Egyptian Blue, yang diproduksi dengan menggabungkan silika, tembaga, kapur dan sebuah alkali seperti natron.
Bangsa mesir kuno juga mampu membuat berbagai macam objek dari kaca, namun tidak jelas apakah mereka mengembangkan teknik itu sendiri atau bukan. Tidak diketahui pula apakah mereka membuat bahan dasar kaca sendiri atau mengimpornya, untuk kemudian dilelehkan dan dibentuk, namun mereka dipastikan memiliki kemampuan teknis untuk membuat objek dan menambahkan elemen mikro untuk mengontrol warna dari kaca tersebut. Banyak warna yang dapat mereka ciptakan, termasuk di antaranya kuning, merah, hijau, biru, ungu, putih, dan transparan.

Militer

 



!Kereta perang Mesir.
Angkatan perang Mesir kuno bertanggung jawab untuk melindungi Mesir dari serangan asing, dan menjaga kekuasaan Mesir di Timur Dekat Kuno. Tentara Mesir kuno melindungi ekspedisi penambangan ke Sinai pada masa Kerajaan Lama, dan terlibat dalam perang saudara selama Periode Menengah Pertama dan Kedua. Angkatan perang Mesir juga bertanggung jawab untuk memberikan perlindungan terhadap jalur perdagangan penting, seperti kota Buhen pada jalan menuju Nubia. Benteng-benteng juga didirikan, seperti benteng di Sile, yang merupakan basis operasi penting untuk melancarkan ekspedisi ke Levant. Pada masa Kerajaan Baru, firaun menggunakan angkatan perang Mesir untuk menyerang dan menaklukan Kerajaan Kush dan sebagian Levant
Peralatan militer yang digunakan pada masa itu adalah panah, tombak, dan perisai berbahan dasar kerangka kayu dan kulit binatang. Pada masa Kerajaan Baru, angkatan perang mulai menggunakan kereta perang yang awalnya diperkenalkan oleh penyerang dari Hyksos. Senjata dan baju zirah terus berkembang setelah penggunaan perunggu: perisai dibuat dari kayu padat dengan gesper perunggu, ujung tombak dibuat dari perunggu, dan Khopesh (berasal dari tentara Asiatik) mulai digunakan.Tentara direkrut dari penduduk biasa; namun, selama dan terutama sesudah masa Kerajaan Baru, tentara bayaran dari Nubia, Kush, dan Libya dibayar untuk membantu Mesir.

Adat pemakaman

Orang Mesir Kuno mempertahankan seperangkat adat pemakaman yang diyakini sebagai kebutuhan untuk menjamin keabadian setelah kematian. Berbagai kegiatan dalam adat ini adalah : proses mengawetkan tubuh melalui mumifikasi, upacara pemakaman, dan penguburan mayat bersama barang-barang yang akan digunakan oleh almarhum di akhirat. Sebelum periode Kerajaan Lama, tubuh mayat dimakamkan di dalam lubang gurun, cara ini secara alami akan mengawetkan tubuh mayat melalui proses pengeringan. Kegersangan dan kondisi gurun telah menjadi keuntungan sepanjang sejarah Mesir Kuno bagi kaum miskin yang tidak mampu mempersiapkan pemakaman sebagaimana halnya orang kaya. Orang kaya mulai menguburkan orang mati di kuburan batu, akibatnya mereka memanfaatkan mumifikasi buatan, yaitu dengan mencabut organ internal, membungkus tubuh menggunakan kain, dan meletakkan mayat ke dalam sarkofagus berupa batu empat persegi panjang atau peti kayu. Pada permulaan dinasti keempat, beberapa bagian tubuh mulai diawetkan secara terpisah dalam toples kanopik.


!Anubis adalah dewa pada zaman mesir kuno yang dikaitkan dengan mumifikasi dan ritual pemakaman. Pada gambar ini ia sedang mendatangi seorang mumi.
Pada periode Kerajaan Baru, orang Mesir Kuno telah menyempurnakan seni mumifikasi. Teknik terbaik pengawetan mumi memakan waktu kurang lebih 70 hari lamanya, selama waktu tersebut secara bertahap dilakukan proses pengeluaran organ internal, pengeluaran otak melalui hidung, dan pengeringan tubuh menggunakan campuran garam yang disebut natron. Selanjutnya tubuh dibungkus menggunakan kain, pada setiap lapisan kain tersebut disisipkan jimat pelindung, mayat kemudian diletakkan pada peti mati yang disebut antropoid. Mumi periode akhir diletakkan pada laci besar cartonnage yang telah dicat. Praktik pengawetan mayat asli mulai menurun sejak zaman Ptolemeus dan Romawi, pada zaman ini masyarakat mesir kuno lebih menitikberatkan pada tampilan luar mumi.
Orang kaya Mesir dikuburkan dengan jumlah barang mewah yang lebih banyak. Tradisi penguburan barang mewah dan barang-barang sebagai bekal almarhum juga berlaku pada semua masyarakat tanpa memandang status sosial. Pada permulaan Kerajaan Baru, buku kematian ikut disertakan di kuburan, bersamaan dengan patung shabti yang dipercaya akan membantu pekerjaan mereka di akhirat. Setelah pemakaman, kerabat yang masih hidup diharapkan untuk sesekali membawa makanan ke makam dan mengucapkan doa atas nama almarhum.

Seni


Patung dada Nefertiti, 
karya Thutmose, adalah salah satu mahakarya terkenal bangsa Mesir Kuno.
!Bangsa Mesir Kuno memproduksi seni untuk berbagai tujuan. Selama 3500 tahun, seniman mengikuti bentuk artistik dan ikonografi yang dikembangkan pada masa Kerajaan Lama. Aliran ini memiliki prinsip-prinsip ketat yang harus diikuti, mengakibatkan bentuk aliran ini tidak mudah berubah dan terpengaruh aliran lain. Standar artistik—garis-garis sederhana, bentuk, dan area warna yang datar dikombinasikan dengan karakteristik figure yang tidak memiliki kedalaman spasial—menciptakan rasa keteraturan dan keseimbangan dalam komposisinya. Perpaduan antara teks dan gambar terjalin dengan indah baik di tembok makam dan kuil, peti mati, maupun patung.
Seniman Mesir Kuno dapat menggunakan batu dan kayu sebagai bahan dasar untuk memahat. Cat didapatkan dari mineral seperti bijih besi (merah dan kuning), bijih perunggu (biru dan hijau), jelaga atau arang (hitam), dan batu kapur (putih). Cat dapat dicampur dengan gum arab sebagai pengikat dan ditekan (press), disimpan untuk kemudian diberi air ketika hendak digunakan. Firaun menggunakan relief untuk mencatat kemenangan di pertempuran, dekrit kerajaan, atau peristiwa religius. Di masa Kerajaan Pertengahan, model kayu atau tanah liat yang menggambarkan kehidupan sehari-hari menjadi populer untuk ditambahkan di makam. Sebagai usaha menduplikasi aktivitas hidup di kehidupan setelah kematian, model ini diberi bentuk buruh, rumah, perahu, bahkan formasi militer.
Meskipun bentuknya hampir homogen, pada waktu tertentu gaya karya seni Mesir Kuno terkadang mengikuti perubahan kultural atau perilaku politik. Setelah invasi Hykos di Periode Pertengahan Kedua, seni dengan gaya Minoa ditemukan di Avaris. Salah satu contoh perubahan gaya akibat adanya perubahan politik yang menonjol adalah bentuk artistik yang dibuat pada masa Amarna: patung-patung disesuaikan dengan gaya pemikiran religius Akhenaten. Gaya ini, yang dikenal sebagai seni Amarna, langsung diganti dan dibuah ke bentuk tradisional setelah kematian Akhenaten.

Arsitektur

 

                                                                          !Kuil Edfu adalah salah satu hasil karya arsitektur bangsa Mesir Kuno.
Karya arsitektur bangsa Mesir Kuno yang paling terkenal antara lain: Piramida Giza dan kuil di Thebes. Proyek pembangunan dikelola dan didanai oleh pemerintah untuk tujuan religius, sebagai bentuk peringatan, maupun untuk menunjukkan kekuasaan firaun. Bangsa Mesir Kuno mampu membangun struktur batu dengan peralatan sederhana namun efektif, dengan tingkat akurasi dan presisi yang tinggi.
Kediaman baik untuk kalangan elit maupun masyarakat biasa dibuat dari bahan yang mudah hancur seperti batu bata dan kayu, karenanya tidak ada satu pun yang terisa saat ini. Kaum tani tinggal di rumah sederhana, di sisi lain, rumah kaum elit memiliki struktur yang rumit. Beberapa istana Kerajaan Baru yang tersisa, seperti yang terletak di Malkata dan Amarna, menunjukkan tembok dan lantai yang dipenuhi hiasan dengan gambar pemandangan yang indah. Struktur penting seperti kuil atau makam dibuat dengan batu agar dapat bertahan lama.
Kuil-kuil tertua yang tersisa, seperti yang terletak di Giza, terdiri dari ruang tunggal tertutup dengan lembaran atap yang didukung oleh pilar. Pada Kerajaan Baru, arsitek menambahkan pilon, halaman terbuka, dan ruangan hypostyle; gaya ini bertahan hingga periode Yunani-Romawi. Arsitektur makam tertua yang berhasil ditemukan adalah mastaba, struktur persegi panjang dengan atap datar yang terbuat dari batu dan bata. Struktur ini biasanya dibangun untuk menutupi ruang bawah tanah untuk menyimpan mayat.

Kesusasteraan


!Papirus Edwin Smith (sekitar abad ke-16 SM) yang menggambarkan anatomi dan perawatan medis.
Tulisan pertama kali ditemukan di lingkungan kerajaan, terutama pada barang-barang di makam keluarga kerajaan. Pekerjaan menulis biasanya hanya diberikan kepada orang-orang tertentu yang juga menjalankan institusi Per Ankh atau Rumah Kehidupan, serta perpustakaan (disebut Rumah Buku), laboratorium, dan observatorium. Karya-karya literatur yang terkenal sebagian ditulis dalam bahasa Mesir Klasik, yang terus digunakan secara bahasa tertulis hingga sekitar tahun 1300 SM. Bahasa Mesir Akhir mulai digunakan mulai masa Kerajaan Baru sebagai mana direpresentasikan dalam dokumen administratif Ramses, puisi dan kisah cinta, serta teks-teks Demotik dan Koptik. Selama periode ini, berkembang tradisi menulis autografi di makam. Genre ini dikenal sebagai Sebayt (instruksi) dan dikembangkan sebagai usaha untuk menurunkan ajaran dan tuntunan bangsawan terkenal.
Kisah Sinuhe yang ditulis dalam bahasa Mesir Pertengahan juga dapat dikategorikan sebagai literatur Mesir klasik. Contoh lainnya adalah Instruksi Amenemope yang dianggap sebagai mahakarya dalam dunia literatur timur tengah. Di masa akhir Kerajaan Baru, Bahasa Mesir Akhir lebih banyak digunakan untuk menulis seperti yang terlihat pada Cerita Wenamun dan Instruksi Any. Cerita Wenamun menceritakan kisah tentang bangsawan yang dirampok dalam perjalanannya untuk membeli cedar dari Lebanon dan perjuangannya kembali ke Mesir. Sejak 700 SM, cerita naratif dan instruksi, seperti misalnya Instruksi Onchshesonqy, dan dokumen-dokumen bisnis ditulis dalam bahasa Demotik). Banyak cerita pada masa Yunani-Romawi juga dalam bahasa Demotik, dan biasanya memiliki setting pada masa-masa ketika Mesir merdeka di bawah kekuasaan Firaun agung seperti Ramses II.
Tulisan hieroglif terdiri dari sekitar 500 simbol. Sebuah hieroglif dapat mewakili kata atau suara. Simbol yang sama dapat menyajikan tujuan yang berbeda dalam konteks yang berbeda pula. Hieroglif adalah aksara resmi, digunakan pada monumen batu dan kuburan. Pada penulisan sehari hari, juru tulis membuat tulisan kursif, yang disebut keramat. Tulisan kursif ini lebih cepat dan mudah. Sementara hieroglif formal dapat dibaca dalam baris atau kolom di kedua arah (walaupun biasanya ditulis dari kanan ke kiri), aksara keramat selalu ditulis dari kanan ke kiri, biasanya pada baris horisontal. Sebuah bentuk baru penulisan, demotik, menjadi gaya penulisan umum, dan inilah bentuk tulisan -bersama dengan hieroglif formal - yang menyertai teks Yunani di Batu Rosetta.
Sekitar abad ke-1 Masehi, aksara Koptik mulai digunakan bersama aksara demotik. Koptik adalah modifikasi abjad Yunani dengan penambahan beberapa tanda-tanda demotik Meskipun hieroglif formal digunakan dalam acara seremonial hingga abad ke-4, menjelang akhir abad hanya segelintir kecil imam yang masih bisa membacanya. Akibat institusi keagamaan tradisional dibubarkan, pengetahuan tulisan hieroglif semakin menghilang. Usaha untuk mengartikannya muncul pada masa Bizantium dan Islam di Mesir, tetapi baru pada tahun 1822, setelah penemuan batu Rosetta dan penelitian oleh Thomas Young dan Jean-François Champollion, hieroglif baru dapat diartikan.
Agama dan kepercayaan

 

!Buku Kematian adalah panduan perjalanan 
untuk kehidupan setelah kematian.
Kepercayaan terhadap kekuatan gaib dan adanya kehidupan setelah kematian dipegang secara turun temurun. Kuil-kuil diisi oleh dewa-dewa yang memiliki kekuatan supernatural dan menjadi tempat untuk meminta perlindungan, namun dewa-dewa tidak selalu dilihat sebagai sosok yang baik; orang mesir percaya dewa-dewa perlu diberi sesajen agar tidak mengeluarkan amarah. Struktur ini dapat berubah, tergantung siapa yang berkuasa ketika itu.

 

!Patung Ka dipercaya dapat menjadi tempat bersemayam bagi mereka yang telah meninggal.
Dewa-dewa disembah dalam sebuah kuil yang dikelola oleh seorang imam. Di bagian tengah kuil biasanya terdapat patung dewa. Kuil tidak dijadikan tempat beribadah untuk publik, dan hanya pada hari-hari tertentu saja patung di kuil itu dikeluarkan untuk disembah oleh masyarakat. Masyarakat umum beribadah memuja patung pribadi di rumah masing-masing, dilengkapi jimat yang dipercaya mampu melindungi dari marabahaya.Setelah Kerajaan Baru, peran firaun sebagai perantara spiritual mulai berkurang seiring dengan munculnya kebiasaan untuk memuja langsung tuhan, tanpa perantara. Di sisi lain, para imam mengembangkan sistem ramalan (oracle) untuk mengkomunikasikan langsung keinginan dewa kepada masyarakat.
Masyarakat mesir percaya bahwa setiap manusia terdiri dari bagian fisik dan spiritual. Selain badan, manusia juga memiliki šwt (bayangan), ba (kepribadian atau jiwa), ka (nyawa), dan nama.Jantung dipercaya sebagai pusat dari pikiran dan emosi. Setelah kematian, aspek spiritual akan lepas dari tubuh dan dapat bergerak sesuka hati, namun mereka membutuhkan tubuh fisik mereka (atau dapat digantikan dengan patung) sebagai tempat untuk pulang. Tujuan utama mereka yang meninggal adalah menyatukan kembali ka dan ba dan menjadi "arwah yang diberkahi." Untuk mencapai kondisi itu, mereka yang mati akan diadili, jantung akan ditimbang dengan "bulu kejujuran." Jika pahalanya cukup, sang arwah diperbolehkan tetap tinggal di bumi dalam bentuk spiritual.


Makam firaun dipenuhi oleh harta karun dalam jumlah yang sangat besar, salah satunya adalah topeng emas dari mumi Tutankhamun.

Militer


Kereta perang Mesir.
Angkatan perang Mesir kuno bertanggung jawab untuk melindungi Mesir dari serangan asing, dan menjaga kekuasaan Mesir di Timur Dekat Kuno. Tentara Mesir kuno melindungi ekspedisi penambangan ke Sinai pada masa Kerajaan Lama, dan terlibat dalam perang saudara selama Periode Menengah Pertama dan Kedua. Angkatan perang Mesir juga bertanggung jawab untuk memberikan perlindungan terhadap jalur perdagangan penting, seperti kota Buhen pada jalan menuju Nubia. Benteng-benteng juga didirikan, seperti benteng di Sile, yang merupakan basis operasi penting untuk melancarkan ekspedisi ke Levant. Pada masa Kerajaan Baru, firaun menggunakan angkatan perang Mesir untuk menyerang dan menaklukan Kerajaan Kush dan sebagian Levant
Peralatan militer yang digunakan pada masa itu adalah panah, tombak, dan perisai berbahan dasar kerangka kayu dan kulit binatang. Pada masa Kerajaan Baru, angkatan perang mulai menggunakan kereta perang yang awalnya diperkenalkan oleh penyerang dari Hyksos. Senjata dan baju zirah terus berkembang setelah penggunaan perunggu: perisai dibuat dari kayu padat dengan gesper perunggu, ujung tombak dibuat dari perunggu, dan Khopesh (berasal dari tentara Asiatik) mulai digunakan.Tentara direkrut dari penduduk biasa; namun, selama dan terutama sesudah masa Kerajaan Baru, tentara bayaran dari Nubia, Kush, dan Libya dibayar untuk membantu Mesir.

Teknologi, pengobatan, dan matematika




Kompleks Kuil Karnak - biasanya disebut Karnak— meliputi reruntuhan kuil, tiang dan bangunan-bangunan lainnya, terutama Kuil Agung Amen dan bangunan besar yang dibangun oleh Firaun Ramses II (ca. 1391–1351 SM), yang terletak di dekat Luxor, sekitar 500 km sebelah selatan Kairo, Mesir.
Pada tahun 323 AD, Konstantin yang Agung mengakui agama Kristen dan pada tahun 356 memerintahkan penutupan semua kuil pagan. Karnak pada saat itu hampir sepenuhnya ditinggalkan, dan gereja-gereja Kristen didirikan di dekat reruntuhan.

 Mastaba


Mastaba adalah bangunan yang beratap datar, berbentuk balok dengan sisi-sisi yang miring. Bangunan ini terbuat dari batuan tanah liat. Mastaba menandai situs pemakaman banyak tokoh Mesir Kuno terkenal.
Kata mastaba berasal dari bahasa Arab untuk menyebut bangku, karena jika dilihat dari kejauhan mastaba terlihat seperti bangku tanah liat. Di dalam mastaba, sebuah ruangan yang digali ke dalam tanah dilapisi dengan batu dan tanah liat. Tubuh jenazah akan diletakkan di dalam ruangan ini. Di bagian atas, lumpur ditumpukkan pada mastaba untuk menandai makam dan menghindari pencurian, dibentuk bujur dengan panjang kira-kira empat kali lebarnya. Walaupun makam ini cukup luas, makam ini terasa sejuk. Hal ini membuat para pemuka agama awal sedikit terganggu karena mastaba memungkinkan jenazah membusuk karena air tidak lagi menguap, mencegah pengawetan jenazah.
Mastaba adalah tipe kuburan standar pada masa awal Mesir ( Periode Predinastik dan Periode Dinasti Awal Mesir.)
Ketika sebuah mastaba dibangun untuk pemakaman raja Dinasti Ketiga, Djoser, sang arsitek Imhotep memperluas struktur dasar menjadi berbentuk bujur sangkar, lalu membangun struktur yang mirip dengan mastaba, tapi lebih kecil yang berbentuk bujur sangkar di atasnya, dan kemudian menambahkan struktur bujur sangkar keempat, kelima, dan keenam di atasnya lagi. Bangunan ini adalah Piramida Bertingkat, kuburan berbentuk piramida pertama.
Karena itu, mastaba adalah cikal bakal dari Piramida yang terkenal.

Sobek 

Sobek (juga disebut Sebek, Sochet, Sobk, Sobki, Soknopais), dan dalam mitologi Yunani disebut Suchos (Σοῦχος) adalah perwujudan dewa buaya pejaga sungai Nil dalam mitologi Mesir. Karena buaya adalah hewan yang ditakuti oleh negara yang sangat bergantung kepada Sungai Nil, orang Mesir kuno yang berlayar di sungai Nil berharap bahwa jika mereka berdoa kepada Sobek, maka buaya atau dewa sungai Nil akan melindungi mereka dari ancaman serangan binatang buas termasuk buaya. Dewa Sobek digambarkan sebagai manusia berkepala buaya dan memiliki kekuatan yang hebat dan menakutkan; dalam beberapa mitologi penciptaan Mesir, disebutkan bahwa Sobek adalah dewa yang pertama keluar dari air kekacauan untuk menciptakan dunia. Sebagai salah satu dewa pencipta, ia kadang dikaitkan dengan dewa matahari Ra.

 Nebkheperure Tutankhamun

Nebkheperure Tutankhamun (kadang dieja dengan Tuten-, -amen, -amon) adalah Firaun dari Dinasti Kedelapanbelas Mesir (memerintah 1333 SM - 1324 SM), pada masa yang disebut Kerajaan Baru Mesir. Nama aslinya, Tutankhaten, berarti "Jelmaan hidup Aten", sedangkan Tutankhamun berarti "Jelmaan hidup Amun". Pada tahun 1922, makamnya ditemukan oleh Howard Carter dan sejak itu Tutankhamun menjadi ikon populer dari peradaban Mesir Kuno.
Pada bulan Februari 2010, hasil tes DNA memnyatakan bahwa dia adalah anak dari Akhenaten (mumi KV55) dan adiknya / istri (mumi KV35YL), yang namanya tidak diketahui tetapi secara positif diidentifikasi sebagai mumi "Nyonya Muda" yang ditemukan di KV35.

 Sarkofagus Firaun Merenptah.

Sarkofagus adalah suatu tempat untuk menyimpan jenazah. Sarkofagus umumnya dibuat dari batu. Kata "sarkofaus" berasal dari bahasa Yunani σάρξ (sarx, "daging") dan φαγεῖνειν (phagein,"memakan"), dengan demikian sarkofagus bermakna "memakan daging".
Sarkofagus sering disimpan di atas tanah oleh karena itu sarkofagus seringkali diukir, dihias dan dibuat dengan teliti. Beberapa dibuat untuk dapat berdiri sendiri, sebagai bagian dari sebuah makam atau beberapa makam sementara beberapa yang lain dimaksudkan untuk disimpan di ruang bawah tanah. Di Mesir kuno, sarkofagus merupakan lapisan perlindungan bagi mumi keluarga kerajaan dan kadang-kadang dipahat dengan alabaster
Sarkofagus - kadang-kadang dari logam atau batu kapur – juga digunakan oleh orang Romawi kuno sampai datangnya agama Kristen yang mengharuskan mayat untuk dikubur di dalam tanah.
Apa yang menariknya belajar tentang peradapan terutama kuno? Belajar tentang peradapan kuno adalah membawa kita pada masa jaman sejarah 6000 hingga 7000 tahun yang lalu. Masa dimana pada era yang sangat lampau tetapi manusia sudah banyak menciptakan sesuatu yang menjadi dasar bagi kehidupan manusia di era selanjutnya hingga sekarang.
Berkaca dari peradapan Mesopotamia kuno, diseri tulisan sebelumnya dimana di era 5512 tahun yang lalu mereka Bangsa Sumeria sudah menemukan roda, panah, sistem tulisan dan bahasa. Lalu Bangsa Babilonia, dengan raja Hammurabi telah meletakkan dasar-dasar hukum dengan Codex of Hammurabi serta banyak peninggalan lainnya dari peradapan Mesopotamia Kuno.
1333157325142921713
Piramida Giza
Lalu saatnya sekarang kita belajar dari peradapan Mesir Kuno, Peradapan Mesir Kuno berkembang dari abad 3100-1070 SM, terletak di sebelah utara timur benua Afrika, berada di sepanjang aliran Sungai Nil yang mengalir hingga ke laut Meditterania dengan DAS sepanjang 1545 KM membentang dari wilayah Sudan hingga Mesir.
Daerah aliran sungai (DAS) sungai Nil merupakan daerah yang subur dengan humus yang begitu kaya sehingga bagi masyakarat Mesir kuno banjir merupakan hadiah dari dewa, karena pasca banjir masyarakat Mesir kuno mulai menanam dan mengembangkan pertanian terutama gandum, serta sayur-sayuran.
13331574401281839763
Nile River
Sungai Nil dan Peradapan Mesir Kuno
Sungai Nil memegang peranan penting bagi masyarakat mesir kuno, sehingga Sungai Nil merupakan “the gift of the Nile“. Karena,
  1. Secara geografis peradapan Mesir kuno terletak di daerah gurun, jarang turun hujan  dan berhawa panas sehingga ketergantungan akan Sungai Nil sangat besar sebagai penyedia air untuk konsumsi dan irigasi.

  2. Sungai Nil sebagai sarana transportasi untuk kegiatan perekonomian, dagang dan interaksi masyarakat.

  3. DAS Sungai Nil merupakan daerah pertanian yang subur.
Naik dan turunnya Peradapan Mesir Kuno
Awal peradapan Mesir kuno, terbagi menjadi 2 yaitu Mesir bagian atas (Upper Egypt) di wilayah selatan yang dipimpin oleh Firaun yang memakai mahkota putih (the white crown) serta lower Egypt di wilayah utara didaerah yang paling subur dari wilayah Mesir kuno dipimpin oleh Firaun (the pharaoh) yang memakai mahkota merah (the red crown) dan selanjutnya pada abad 3200 BC, peradapan Mesir Kuno bersatu dengan Firaun (The pharaoh) Narmer atau Menes dan beribu kota di Memphis, yang berarti “Balance of the Two Lands.”
133315753199170168
Firaun
Firaun merupakan penguasa tertinggi pada masyarakat Mesir kuno, kebanyakan firaun adalah laki-laki kecuali Ratu Nefertiti and Cleopatra yang merupakan firaun perempuan.
Firaun adalah penguasa terkuat, tertinggi dikenal sebagai ‘Lord of the Two Lands‘ and ‘High Priest of Every Temple’ sekaligus dianggap sebagai manusia setengah dewa.
Beberapa Firaun yang terkenal yaitu:
Akhenaton – adalah Firaun yang memimpin Mesir kuno pada tahun 1350-1334 BC, merupakan suami dari Ratu Nefertiti yang terkenal akan kecantikannya. Akhenaton adalah Firaun yang memerintahkan untuk menetapkan 1 dewa yaitu Aton, Dewa Matahari sebagai pencipta alam semesta. Akhenaton juga dikenal dengan sebutan Amenhotep yang berarti memuja dewa matahari. Salah satu gebrakan dia adalah memindahkan ibukota dari Thebes to Akhenaton, sebuah kota baru bentukannya, sebagai bentuk perayaan untuk mengubah polyteisme  dalam sejarah nenek moyang mereka sebelumnya. Selain itu dia juga mempengaruhi para seniman Mesir kuno kala itu agar membuat karya berupa patung dan gambar yang lebih realistis. Setelah kematian Akhenaton Firaun selanjutnya adalah putranya yang bernama Tutankhamen yang kemudian memindahkan kembali ibukota ke Thebes dan mengembalikan agama masyarakat Mesir kuno ke polytheistic.
13331575841404735252
Patung Emas Tutankhamen
Tutankhamen – adalah putra Akhenaton. Dia menjadi Firaun ketika berumur 9 tahun. Tutankhamen menikah dengan Ankhsenoomun. Dan dia meninggal di usia 18 tahun, konon karena dibunuh oleh pamannya sendiri. Tutankhamen sangat terkenal karena penemuan mumminya. Dimana dalam penemuan Mummi  Tutankhamen ditemukan topengnya yang terbuat dari emas.  Ditemukan pada tahun 1922 oleh British archaeologists Howard Carter dan Lord Caernarvon.
Cleopatra VII – dia menjadi ratu Mesir Kuno pada usia 17, meninggal pada usia 39 tahun dikenal sebagai Firaun terakhir. Dia adalah firaun terakhir dari Dinasti Ptolemy. Cleopatra terkenal dengan kecantikannya yang begitu menggoda sehingga sejarah mencatat dia sebagai kekasih dari Julius Caesar dan  Mark Antony, Pemimpin romawi kuno. Hal itu terjadi sebagai upaya untuk membendung ekspansi kekaisaran Romawi. Hubungan Cleopatra dengan Julius Caesar dan  Mark Antony lebih diwarnai oleh pertimbangan politis strategis dari hubungan percintaan biasa. Cleopatra meninggal karena bunuh diri dengan menggigitkan ular berbisa pada tubuhnya. Dia memilih mati bunuh diri daripada menyaksikan kehancuran peradapan Mesir kuno. Selanjutnya kematiannya menandai era berakhirnya peradapan mesir Kuno.
Beberapa Peninggalan Penting Peradapan Mesir Kuno
Peradapan Mesir kuno yang berlangsung selama kurang lebih 2500 tahun telah meninggalkan banyak peninggalan serta memberikan inspirasi bagi penemuan-penemuan berikutnya yaitu mulai konsep geometri dengan teknik pembangunan monumen seperti piramida, kuil, dan obelisk, pengetahuan matematika berupa prinsip-prinsip yang mendasari teorema Pythagoras. Mereka juga dapat memperkirakan luas lingkaran dengan mengurangi satu per sembilan diameternya dan memangkatkan hasilnya. Teknik pengobatan dan kimia yang jelas terlihat dari konsep pembuatan mummi (Mummifikasi).  sistem irigasi dan agrikultur yang dikembangkan di sepanjang DAS Nil serta pembuatan waduk untuk mensuplai air. Teknologi tembikar glasir bening dan kaca.  Seni dan arsitektur berupa Piramida-piramida yang luar biasa megah. Selanjutnya sastra Mesir Kuno yang ditulis dengan tulisan hieroglif, dipahatkan di daun papyrus. Bangsa Mesir kuno telah tahu bagaimana merakit papan kayu menjadi lambung kapal sejak tahun 3000 SM, berupa pembuatan kapal sebagai sarana transportasi. Sistem astronomi dan jam matahari juga diketemukan oleh bangsa Mesir kuno. Dan peradapan Mesir telah meninggalkan warisan yang abadi.
1333157704140952815
Hieroglif
Tulisan Hieroglyph
Tulisan ini mulai diterapkan oleh orang mesir kurang lebih 5000 tahun yang lalu. Orang Mesir tidak menulis huruf hidup (vocal) dan tidak menggunakan tanda baca apapun.
Tulisan hieroglif Mesir berupa gambar yang digunakan untuk mewakili objek yang berbeda, tindakan, suara atau ide. terdapat lebih dari 700 hieroglif. Beberapa gambar berdiri untuk semua kata.
Hieroglif berasal dari Yunani, yaitu Hieros arti suci, glyphe berarti tulisan sehingga bermakna sebagai tulisan suci. Tulisan tersebut terkuak maknanya ketika ditemukan pahatan Hieroglif pada Batu Rosetta. Pada tahun 1799, seorang tentara menggali sebuah benteng di Rosetta Mesir, menemukan sebuah batu hitam besar dengan tiga jenis tulisan. Penulisan adalah pesan tentang Ptolemeus V, yang memerintah Mesir pada saat itu. Karena pesan itu ditulis pada waktu ketika orang-orang Yunani memerintah Mesir, salah satu dari tiga bahasa adalah Yunani. Dua lainnya adalah demotik dan hieroglif.
Setelah itu orang menyadari bahwa terdapat tiga bahasa pada “Batu Rosetta” mengatakan hal yang sama. Dan meskipun orang bisa membaca Bahasa Yunani, mereka tidak bisa menemukan cara untuk menyesuaikan kata Yunani dengan kata-kata hieroglif. Selama bertahun-tahun tidak ada yang mampu memahami bagaimana pesan hieroglif berhubungan dengan yang Yunani. Akhirnya, tahun 1822, seorang Egyptologist Prancis bernama Jean François Champollion menemukan cara untuk menulis hieroglif menguraikan. Dia menyadari bahwa hieroglif yang dieja “Ptolemy” yang tertutup dalam cartouche, sehingga ia mampu menandinginya sampai dengan ejaan Yunani. Penemuan ini memungkinkan dia untuk menyamakan hieroglif terbiasa dengan kata Yunani sehingga bisa digunakan untuk menerjemahkan seluruh pesan.
Bagaimana cara untuk membaca hieroglif? Kita perlu melihat secara lebih dekat hieroglif untuk mencari tahu. Sebagai contoh, jika sebuah tulisan rahasia binatang menghadapi kanan, baca dari kanan ke kiri. Jika menghadap ke kiri, baca dari kiri ke kanan (cara yang sama yang kita lakukan).  Hieroglif ditulis pada buluh daun papirus, yang merupakan tanaman rawa, dikeringkan dahulu lalu digunakan untuk menulis.
Tulisan Mesir dilakukan dengan pena dan tinta di atas kertas halus (papirus). Mesir “pena” yang tipis, buluh tajam, yang mereka akan mencelupkan dalam tinta untuk menulis. Tinta dan cat berasal dari tanaman yang mereka dihancurkan dan dicampur dengan air. Orang Mesir juga mengukir hieroglif ke batu dan dicat di dinding makam Piramids.Sehingga dalam hal ini selain menemukan sistem tulisan, orang Mesir kuno juga menemukan tinta. Yang selanjutnya dikembangkan hingga saat ini.
13331579711176311501
Piramida Mesir Kuno
Salah satu peninggalan besar dar sejarah peradapan Mesir kuno adalah Piramida, sebagai symbol dari seni arsitektur kuno serta perkembangan matematika di era Mesir Kuno.
Piramida adalah makam batu raja-raja Mesir - para Firaun dan salah satu misteri terbesar di dunia sejarah. Mereka telah berdiri selama ribuan tahun, penuh dengan rahasia tersembunyi banyak: petunjuk tentang apa kehidupan (dan kematian) dalam masyarakat Mesir Kuno.
Mengapa bangsa Mesir Kuno membangun piramida? Orang Mesir percaya bahwa jika tubuh firaun dijadikan mumi setelah kematian Firaun maka dipercaya akan hidup selamanya karena mayatnya tidak rusak. Makam dirancang untuk melindungi tubuh Firaun yang telah dimakamkan dan barang-barang pribadinya.
Di mana mereka dibangun?Sebagian besar piramida dapat ditemukan di sisi barat Sungai Nil, yang merupakan gurun kering. Dan Bagaimana gurun kering bisa membantu? Panas gurun kering dapat menjaga tubuh Firaun dan barang-barangnya dari pembusukan.
Mengapa mereka membangun piramida di sebelah Sungai Nil? Alasan mereka membangun piramida di sebelah Sungai Nil begitu akan memudahkan untuk mendapatkan batu blok untuk piramida. Batu-batu bisa dibeli lebih dekat ke lokasi bangunan piramida dan diangkut dengan perahu.
Piramida yang paling terkenal dan terbesar adalah Piramida Agung Giza, dibangun untuk Khuf Firaun. Hal ini lebih dari 140 meter dan memakan waktu 20 tahun untuk membangun. Sphinx berdiri di depan semua piramida di Giza. Ia memiliki tubuh singa dan kepala firaun, dipercaya sebagai penjaga piramida.
Piramida banyak membantu untuk mempelajari tentang kehidupan era Mesir Kuno karena orang Mesir Kuno menguburkan barang-barang mereka dan dinding pada makam dicat dengan adegan dari kehidupan orang mati. Dengan memeriksa benda-benda (artefak) dan lukisan di dalam kuburan, para ilmuwan mampu memahami lebih banyak tentang kehidupan di Mesir Kuno. Orang Mesir kuno percaya bahwa ketika mereka meninggal, mereka akan membuat perjalanan ke dunia lain di mana mereka akan menjalani hidup baru. Mereka akan membutuhkan semua hal yang mereka telah digunakan ketika mereka masih hidup, sehingga keluarga mereka akan menempatkan hal-hal di kuburan mereka. Orang Mesir kuno harus membayar sejumlah  uang untuk diawetkan mayatnya menjadi mumi sehingga kebanyakan hanya golongan orang kaya saja yang mampu memumikan mayat mereka. Orang Mesir yang miskin dikuburkan di pasir.
13331580761636387617
mummy
Mumifikasi
Merupakan sebuah metode pengawetan mayat, dikembangkan oleh orang Mesir kuno. Mumifikasi adalah suatu proses rumit dan panjang, yang berlangsung selama 70 hari.
Apa mumi? Sebuah mumi adalah tubuh seseorang (atau binatang) yang telah diawetkan setelah kematian. Proses tersebut membutuhkan biaya yang mahal sehingga hanya orang kaya yang mampu membayar. Orang Mesir percaya adanya kehidupan setelah kematian. Mereka percaya bahwa mereka harus menjaga tubuh mereka sehingga mereka bisa menggunakannya di akhirat.
Proses pembuatan Mumi;
Butuh waktu yang sangat lama, dari awal sampai akhir, butuh waktu sekitar 70 hari untuk membalsem tubuh. Terdapat Pendeta yang bertugas untuk memimpin mumifikasi dan akan memakai topeng dari serigala mewakili dewa Anubis.
1. Tubuh dicuci dan dimurnikan.
2. Organ tubuh seperti otak, dan bagian dalam diambil dan dbuang. Hanya hati dan jantung disisakan.
3. Tubuh dikeringkan dengan menutup dengan zat yang disebut natron *. Zat ini menyerap semua kelembaban dari tubuh.
4. Setelah 40 - 50 hari tubuh diisi dengan linen atau serbuk gergaji.
5. Tubuh terbungkus helai kain linen dan tertutup selembar disebut kain kafan.
7. Tubuh ditempatkan dalam peti mati batu yang disebut sarkofagus.
Setelah  itu Mumi siap untuk perjalanannya menuju akhirat.
Apakah natron? Natron adalah garam alami, yang terdiri dari natrium karbonat dan natrium bikarbonat dengan jejak natrium klorida dan natrium sulfat. Itu digunakan oleh orang Mesir kuno untuk mengeringkan badan.
Mengapa mereka tidak mengambil jantung dalam tubuh? Orang Mesir berpikir hati adalah pusat kecerdasan dan emosi. Anubis adalah dewa mumifikasi. Dia memiliki tubuh manusia dan kepala seekor serigala. Tugasnya adalah untuk mempersiapkan tubuh orang mati yang akan diterima oleh Osiris.
Sistem Pertanian dan Domestikasi (Peternakan)
DAS sungai Nil yang subur membuat bangsa Mesir mampu mengembangkan sistem pertanian dan mencukupi kebutuhan makanan. Pertanian di Mesir sangat bergantung kepada siklus sungai Nil. Bangsa Mesir kuno mengenal tiga musim: Akhet (banjir), Peret (tanam), dan Shemu (panen). Pasca Musim banjir pada era Mesir Kuno, meninggalkan humus yang kaya mineral dimana merupakan waktu yang tepat untuk bercocok tanam. Setelah banjir surut, adalah saat yang tepat untuk musim tanam. Petani membajak dan menanam bibit di ladang. Irigasi dibuat dengan parit dan kanal. Curah hujan yang turun di Mesir sangat sedikit, sehingga petani sangat bergantung dengan sungai Nil dalam pengairan tanaman. Para petani sudah menggunakan sabit untuk memanen.
Bangsa Mesir menanam gandum sebagai bahan roti. Papirus ditanam untuk pembuatan kertas. Sayur-sayuran dan buah-buahan dikembangkan di petak-petak perkebunan, dekat dengan permukiman, dan berada di permukaan tinggi. Sayur-sayuran yang ditanam meliputi bawang merah, bawang putih, melon, kacang, selada, dan tanaman-tanaman lain. Anggur juga ditanam untuk diolah menjadi wine.
Seperti yang sering ditemukan dalam Hieroglif tedapat kepercayaan pada bangsa mesir kuno perlunya kesembangan dalam hubungan manusia dengan hewan. Sapi adalah hewan ternak yang paling penting. Selain sapi, bangsa Mesir Kuno menyimpan domba, kambing, dan babi. Unggas seperti bebek, angsa, dan merpati ditangkap dengan jaring dan dibesarkan di peternakan. Sementara itu, di sungai Nil terdapat sumber daya ikan. Dan peternakan Lebah juga sudah berkembang di era itu.
Keledai dan lembu digunakan sebagai hewan pekerja. Hewan-hewan tersebut bertugas membajak ladang dan menginjak-injak bibit ke dalam tanah. Lembu-lembu yang gemuk dikorbankan dalam ritual persembahan dan kuda digunakan kegiatan militer.
Agama dan Kepercayaan
Sistem kepercayaan yang berkembang pada peradapan Mesir kuno yang selanjutnya menjadi agama bangsa mesir kuno adalah mereka percaya adanya Dewa. Mereka mengenal banyak dewa (Politeisme). Terdapat lebih dari 2.000 nama-nama dewa di Mesir Kuno. Beberapa gambar dari dewa dan dewi Mesir Kuno disimbolkan dengan tubuh manusia dan kepala seekor burung atau binatang. Hewan dipilih untuk mewakili kekuasaan dewa.
Bastet adalah Dewi Perlindungan sukacita, kesenangan cinta, dan wanita hamil. Dalam mitologi Mesir, kucing suci adalah reinkarnasi hewan dari Bast dewi atau Bastet. Dia adalah pelindung perempuan dan melahirkan, serta seorang dewi yang penuh kasih yang menikmati musik dan tari.
Anubis adalah Dewa yang membimbing orang mati ke kehidupan berikutnya melalui pengadilan Osiris di Akherat. Dia-lah yang tampak setelah proses mumifikasi.
Ra adalah Dewa Matahari. Ra adalah Dewa yang paling penting. Dia adalah tuan dari semua dewa. Dia biasanya disimbolisasikan dalam bentuk manusia dengan kepala elang, dimahkotai dengan lingkaran matahari dikelilingi oleh seekor ular kobra suci.
Dewa-dewa disembah dalam sebuah kuil yang dikelola oleh pendeta. Di bagian tengah kuil biasanya terdapat patung dewa. Kuil tidak dijadikan tempat beribadah untuk publik, dan hanya pada hari-hari tertentu saja patung di kuil itu dikeluarkan untuk disembah oleh masyarakat. Masyarakat umum beribadah memuja patung pribadi di rumah masing-masing, dilengkapi jimat yang dipercaya mampu melindungi dari marabahaya. Dan Firaun dianggap sebagai pemimpin agama dan pendeta tertinggi. Karena orang mesir kuno percaya bahwa Firaun adalah manusia setengah dewa.
Mari kita belajar masa peradapan masyarakat yang telah lampau bukan untuk terjebak dalam romantisme masa lalu akan kebesaran peradapan Mesir yang memang luar biasa, tetapi yang terpenting adalah mendapatkan hikmah dan inspirasi dari Bangsa Mesir agar kita manusia di masa kini yang terus berkarya menciptakan inovasi-inovasi untuk kemakmuran dan kesejahteraan manusia serta keseimbangan dengan alam, lingkungan dan semesta.

Mistery Dibalik Penemuan Makam Mummy Tutankhamen


Topeng kematian Paraoh


Teman… berikut aku ceritakan sebuah kisah kutukan yang mengguncangkan dunia. sebuah temuan terbesar abad ini…

Mesir selain dengan bangunan-bangunan pyramida yang berdiri kokoh di sana, yang juga dikenal menyimpan banyak mysteri yang belum terkuak, akhir-akhir ini telah ditemukannya mummy Thutankamen yang telah terkubur selama ribuan tahun lamanya, penemuan ini menambah setumpukan mysteri kuno bangsa mesir yang melegenda seantero dunia.
Sebuah prasasti yang berada di depan pintu makam terdapat sebuah tulisan bernada kutukan :
“Kematian akan segera mendatangi mereka yang menyentuh makam Pharaoh”,

Sebuah kutukan yang telah melegenda di seluruh lapisan dunia, khususnya bagi orang yang tertarik dan menyangkut pautkannya dengan sihir bangsa Mesir kuno. Penemuan Mummy raja Tutnakhamen sebenarnya cukup untuk menggemparkan dunia, tapi yang lebih menggemparkan lagi yaitu peristiwa aneh yang membuntuti penemuan itu….

memang kutukan diatas kaya’e konyol n ga masuk akal, namun kutukan tersebut ada sangkut pautnya dengan peristiwa selanjutnya…

Setelah penemuan dan pembongkaran itu terjadi, “dilaporkannya bahwa semua arkeolog dan para pekerja serta siapapun yang pernah mendekat dan menyentuh makam Tuthamkamen meninggal secara mysterius dan mengerikan dalam tempo waktu yang singkat setelah mereka membongkar makam itu”… misteri bukan???

Berikut ceritanya…
Pada bulan Nofember 1922, arkeolog asal London, Inggris bernama Howard Carter yang mendalami kebudayaan Mesir kuno. Carter adalah satu-satunya arkeolog yang sangat konsisten untuk meneliti kebudayaan yang ada di mesir. Sampai akhirnya ia terobsesi untuk menemukan salah satu makam firaun Mesir Kuno dari dinasti ke-18 yang dikenal sebagai Firaun termuda dalam kerajaan mesir kuno. Ternyata obsesinya ini menjadi pencarian terbesar dalam sejarah hidupnya. Titik pencarian makam Firaun Tutankhamen ini terkonsentrasi di sekitar Lembah Raja di wilayah Tepi Barat, dekat Luxor. Selama bertahun-tahun penggalian dan penelitian dilakukannya namun makam yang dicari tak kunjung ditemukan.sebelumnya dia uda frustasi mencari makam Thutankamen dilembah raja-raja luxor tapi penantiannya yang dinanti-nanti membuahkan hasil setelah para pekerja menggali empat meter di bawah makam Ramses VI, dimana mereka menemukan sebuah pintu masuk pada sebuah dinding batu yang menuju lorong cukup lebar dengan tinggi tiga meter dan lebar dua meter. berita ini sangat mengejutkan dan howard carter segera mengundang pihak yang telah mendanai proyek besar ini Lord Carnavon (nama orang), untuk datang dan ikut serta dalam pembukaan makam Thutankamen tersebut Carter dan Carnavon datang pada sore hari 24 Novemeber, setelah pintu batu yang memperlihatkan segel raja Thutankamen. memerlukan waktu dua hari kerja keras untuk membersihkan puing-puing pada tangga menurun. setelah itu mereka masih menemukan pintu kedua dan memiliki Royal Necropolis dan Thutankamen. para pekerja membuat lubang pada pintu batu, dan dengan menggunakan cahaya lilin, semua isi ruangan sedikit mendapat penerangan, Carter melongok kedalam, Carnavon bertanya, “Dapatkah kalian melihat semuanya???”. Carter menjawab,” Ya, aku melihat barang barang yang menakjubkan”,
di ruang depan sana terdapat harta karun peninggalan yang sungguh luar biasa. bahkan akan lebih banyak lagi di ruang dalam, yang membutuhkan waktu tiga bulan untuk memasukinya. Howard Carter yang menemukan situs makam Firaun Tutankhamen ini menjadi berita besar yang mengehbohkan dalam sejarah arkelog masa itu. Penemuan ini dinobatkan sebagai temuan arkelogi paling menakjubkan di abad 20.
Temuan kompleks makam lengkap dengan artefak dan harta peninggalan firauan yang masih utuh, mummi, situs, dan semua yang berada di dalam makam itu masih tersegel dan belum pernah disentuh siapa pun setelah pemakamannya 3.300 tahun yang lalu.
Saat pertama kali menemukan ruang makam bawah tanah itu, H Carter melihat bahwa ruangan itu dilapisi emas murni yang kuning berkilau. Di dalam ruangan itu terdapat 4 lubang kubur dengan masing-masing peti mati batu didalamnya. Ruangan itu tertata baik dengan beberapa pot bunga, singgasana bertahta permata, baju-baju kerajaan, beberapa set alat rumah tangga, pisau dan senjata, patung berbentuk aneh, dan beberapa peti harta.


Horward Carter



Setelah penemuan itu Lord carnavon langsung membuka peti mummi tersebut pada tanggal 17 Februari 1923. Pada saat itu terlihat Mummi raja tuthankamen terbaring didalam tiga peti mati, dua peti mati yang berada paling luar tebuat dari emas yang terpasang pada rangka kayu. untuk peti mati yang paling dalam seluruhnya terbuiat dari 300 pound emas murni. mummy manusia yang berumur ribuan tahun telah ditemukan oleh manusia jaman sekarang dengan kondisi keeadaan yang masih utuh, kulit, rambut, dan organ tubuh lainnya masih terlihat jelas (Subhanaallah..), Mumi itu ditutupi oleh topeng kematian dari seseorang raja anak laki-laki. Mumi Tutankhamun terbaring di bawah 13 lapis kain linen. Setelah Carter melepasnya, dia menemukan seuntai kalung tersembunyi didalamnya untuk mengusir iblis.
lebih menakjubkan dari segalanya pada saat itu adalah topeng kematian Mummy Tuthankamen seperti yang aku jelaskan diatas.
Selama berabad-abad damar dan minyak yang digunakan untuk membuat mumi telah berubah menjadi lem yang merekatkan kain linen. Hanya saja Untuk melepaskan kalung itu, Carter melakukan tindakan yang sangat-sangat radikal, yaitu dengan memotong-motong mumi. Ini sangat fatal.. (kenapa??? ..nanti aku jelaskan…).

Kalau memang penemuan itu tidak diikuti peristiwa yang juga membuntuti penemuan itu mungkin pembahasanku cukup sampai disini, masalahnya sekarang…,penemuan Mummy Tutankhamen itu juga membawa malapetaka besar terhadap orang yang membongkar dan yang berhubungan langsung dengan Mummy itu!!!…
Ceritanya begini…dalam 14 hari, 2 dari orang-orang yang terlibat penggalian meninggal secara mendadak. Bahkan pada tahun 1929, 13 orang meninggal karena satu sebab….”Kutukan”

Lord Carvarnon meninggal pada tanggal 6 April 1923 karena pneumonia, komplikasi gigitan nyamuk yang terinfeksi. Kemudian para jurnalis menemukan prasasti di dekat pintu makam tentang peringatan mengenai kematian tadi. Mereka kemudian mengatakan bahwa “Kutukan Fir’aun Tutankhemen-lah yang membunuh Lord Carvarnon”. Menyusul kemudian, Lady Carnarvon, yang menyusul suaminya ke alam baka dengan sebab kematian yang tak jelas…
pada tahun yang sama, seorang meninggal secara mendadak setelah mengunjungi makam ini dan dianggap merupakan ulah “kutukan” juga. Ia adalah Pecky Callender, yang membantu Carter memasuki makam.
Kematian misterius juga dialami oleh salah seorang pengusaha kaya yang berkunjung ke makam Tutankhemen, George Jay Gould. Untuk tour mahalnya ini, Gould harus membayar mahal. Malam hari setelah mengunjungi makam, ia terkena demam, dan esoknya ia meninggal dunia.
Harta karun Raja muda ini telah dipamerkan di banyak museum di seluruh dunia. Ketika Arthur C Mace dari Metropolitan Museum of Art di New York, dan George Benedite dari Museum Louvre, Paris, ikut-ikutan meninggal dunia secara misterius setelah memamerkan harta karun tersebut di Museum mereka!! , Kembali, “Kutukan Tutankhemen” yang disalahkan atas meninggalnya dua orang tersebut. Kutukan itu kembali beraksi dan menjadi dipermasalahkan atas kematian orang-orang yang sedikit sekali terlibat dengan ekspedisi ini. Contohnya sekertaris pribadi Howard Carter yang bernama, Robert Bathnell ikut-ikutan meninggal dunia secara misterius. Tiga bulan kemudian, ayah Bathell, Lord Westbury melompat dari lantai 7 dan tewas. Ia meninggalkan pesan, meyalahkan kutukan Tutankhemen atas kematian anaknya. (kayae aneh ya???…)

Tidak hanya berakhir disitu, saat dalam perjalanan ke makam, kereta jenazah Lord Westbury menabrak seorang anak 8 tahun. Anak itu tewas seketika, begitu juga dengan salah seorang pegawai British Museum dalam bidang Egyptology. Selama tiga dekade kutukan itu tak menyerang hingga terakhir kali tempat peristirahatan Tutankhemen diganggu. Hingga saat ini, terhitung kurang lebih 25 orang yang telah meninggal dunia dengan disangkut pautkan dengan kutukan Tutankhamun. Yang terakhir kalinya menimpa seorang wisatawan Sheryl Munson di tahun 1995 silam.
Apakah analisa para ilmuwan sudah dapat menjawab misteri ini???Banyak ilmuwan mulai menelaah kutukan fir’aun dari sudut pandang ilmiah. James Randi, pemain sulap terkenal, dalam bukunya Encyclopedia of Claims, Fraunds and Hoaxes of the Occult and Supranatural, menuliskan nama-nama semua orang Eropa yang hadir ketika makam Tutankhamun dibuka dan kapan mereka meninggal dunia.

Pernah mendengar yang namanya “tabel aktuaria?”. Tabel ini memberi nilai harapan hidup kita, didasarkan pada dimana tempat tinggal kita, apakah merokok atau tidak,dll. Randi memeriksa tabel aktuari yang relevan untuk semua orang yang dihubungkan dengan makam Raja Tutankhemen, dan siapa yang meninggal berikutnya.
Ternyata!!!, orang-orang yang hadir dalam pembukaan makam, hidup satu tahun lebih lama dibandingkan ramalan tabel aktuaria. Howard Carter meninggal pada usia wajar, yaitu 66 tahun. Dr. Douglas Derry, yang membedah mumi, meninggal pada usia lebih dari 80 tahun. Dan Alfred Lucas, ahli kimia yang menganalisis jaringan tubuh mumi, meninggal pada usia 79 tahun.
Penelitian lain menunjukkan tidak ada pengaruh nyata pada harapan hidup orang-orang yang terlibat pada penggalian tersebut. Jadi dapat disimpulkan, kutukan itu adalah bohong/ sama sekali tidak pernah ada.



Mummi paraoh setelah disatukan kembali


Siapakah dalang pembunuhan sebenarnya ???

Aku jawab benar…pembunuhnya juga berada didalam makam. Pembunuh sebenarnya ga jauh dari makam tersebut, tapi kebayakan orang yang berkunjung kesana tidak menyadari kalo di dinding- dinding makam yang penuh dengan ornamen dan relief indah itu telah menunggu makhluk mematikan. Pembunuh mematikan yang telah berumur 3000 tahun lamanya. Siapa coba ???
Salah satu penghuni lain yang menjadi pembunuh misterius, dan pembunuh ini sulit untuk diliat oleh orang yang berkunjung kesana apalagi mereka sedang terpesona oleh mummy Tutankhamen..


mereka tidak menyadari kalo di dinding-dinding makam itu diselimuti oleh jamur cokelat kecil bernama Aspergilus niger. sedangkan Bakteri mungkin timbul dari plester atau cat dan hidup dari kelembaban plester setelah makam ditutup.
Dan…pembunuh sebenarnya adalah jamur mematikan yang bernama
Aspergillus niger itu sendiri. Dalam kondisi makam yang hangat, merupakan tempat yang cocok bagi jamur yang menyerang sistem pernafasan. Ia juga satu-satunya makhluk yang dapat bertahan hidup selama 3000 tahun di makam itu.


Saat Shryl Munson, korban terakhir yang ikut meninggal setelah berkunjung ke makam tiba dengan ketahanan tubuh yang rapuh, maka ia adalah makanan empuk bagi jamur itu. Spora itu terhisap dan menyerang sel yang lemah, menghancurkannya selagi menyebar. Sheryl Munson kekurangan oksigen, 10 hari setelah masuk rumah sakit, fungsi paru-parunya berhenti. Tim dokter berhasil menemukan jamur aspergilllus niger pada saat melakukan biopsi paru-paru Sheryl Munson dan jamur mematikan ini ditemukan lebih banyak lagi di dalam makam Tutankhamun, terutama di dinding makam. Sheryl ternyata telah melakukan suatu hal yang sangat-sangat fatal dan mengancam hidupnya saat mengunjungi makam Tutankhemen. Tanpa sadar Ia menyentuh dinding makam dan mengusap-usapkan jemari tangannya ke beberapa lukisan cat, dimana disana telah menunggu jamur dan bakteri yang sangat mematikan untuk bermigrasi ke dalam tubuhnya yang lemah itu.
Begitu juga dengan orang-orang yang terlibat dalam pembongkaran makam. Bekerja dengan mumi bisa fatal, baik bagi peneliti dan muminya. Tindakan gegabah Howard Carter yang memotong-motong tubuh mumi berakibat sangat fatal bagi mereka yang terlibat. Karena peneliti bisa menghisap spora dari debu mumi. Sebaliknya, peneliti bisa memberikan bakteri atau kelembaban pada permukaan mumi sehingga terjadi pemindahan mikroba yang bisa mengakibatkan pembusukan.


Walaupun sudah mati selama ribuan tahun, mumi hidup bersama bakteri dan jamur. Beberapa tak berbahaya, namun beberapa lagi sangat mematikan. Tidak memakai pelindung saat bekerja dengan mumi, akan sangat rentan terinfeksi dan menjadi santapan empuk spora jamur. Dan itulah yang terjadi pada Carter dan orang-orang disekelilingnya.
Otopsi gegabah terhadap mumi Tutankhamun ternyata melepas banyak pembunuh mengerikan yang kasat mata. Parahnya, pada saat otopsi itu berlangsung, Carter dan rekan-rekannya tidak memakai pelindung apapun, mereka hanya memakai pakaian sehari-hari. Jadi mungkin terjadi persilangan kerusakan antara para peneliti dan mumi. Namun banyak orang yang beruntung seperti Carter yang tidak terinfeksi bakteri ini
(ini cukup membingungkan juga…wallahhualam).


Sebenarnya siapakah Tutankhamen itu sendiri???

baiklah sepetinya ini juga sangat penting aku jelaskan pada kalian. siapakah sebenarnya Firaun Tutankhamen dan bagaimana kehidupan saat itu?.
(Firaun adalah istilah Raja untuk bangsa mesir dulu). Tutankhamen adalah raja Mesir kuno yang bertahta dari tahun 1937 SM hingga 1339 SM. ia masih anak-anak saat diangkat menjadi raja dan meninggal dunia juga ketika masih sangat muda, 18 tahun. Tutankhamen adalah generasi terakhir dari dinasti ke-18 Firaun yang memerinyah mesir sejak 1567 SM – 1339 SM. dinasti ini didalamnya termasuk juga ratu pejuang Hatshepsut (Firaun wanita selain Nefertiti dan Cleopatra) dan ThutmoseIII, yang telah membawa mesir kepuncak kejayaannya sekitar tahun 1400 SM. raja muda malang iniadalah putra dari Akhenaten, yang bersama ratu Nefertiti membuat revolusi di mesir. Akhenaten adalh raja yang mengganti pemujaan terhadap dewa-dewa mesir kuna dengan pemujaan dewa tunggal, serta memindahkan ibukota kerajaan ke Armana. istri tutankhamen adalah saudara tirinya sendiri Ankhesenamun. saat raja muda ini meninggal dengan sebab yang masih misterius ( mungkin dibunuh), Ankhesenamun berada dibawah kekuasaan musuhnya, Ay dan jenderal Horemheb.



Map dan komplek pemakaman raja-raja firaun di luxor
Ada empat “Raja-raja Amarna” pada Dinasti ke-18 dan Tutankhamun yang ketiga. Karena Dinasti ke-19 tidak menyukai peraturan Dinasti ke-18, maka raja-raja Amarna dicoret dari daftar keluarga raja dan itu dilakukan didepan umum. Monumen raja Tutankhemen di hancurkan, dan lokasi makamnya dilupakan.

Dan itu benar, keberadaan makam raja muda yang bernasib malang tersebut benar-benar terlupakan oleh Dinasti ke-20. Ketika kepala arsitek memulai memahat batu untuk membuat makam Ramses VI, ia tidak tahu bahwa ia telah membiarkan puing-puing berjatuhan di atas makam Raja Tutankhamun.
Dan semenjak itu, makam raja muda ini benar-benar dilupakan karena ia dulu juga bukan merupakan penguasa yang hebat, sama sekali tidak mengesankan. Namun hal ini justru membawa keuntungan pada 3.300 tahun kemudian bagi kehidupan saat ini, mengapa?
Karena makamnya tersembunyi dan harta karunnya tetap tidak tersentuh. Dan ini menjadikan makan Raja muda Tutankhamun merupakan satu-satunya makam raja Mesir kuno yang di kuburkan di Lembah Raja-raja Luxor yang tidak diacak-acak selama berabad-abad oleh para perampok.
Menurut agama resmi negara, Fir’aun (Pharaoh) adalah mahkluk suci, dia adalah pengejawantahan dari tuhan-tuhan mereka di muka bumi dan tujuannya adalah untuk menyelenggarakan keadilan dan melindungi mereka di dunia.
Kepercayaan yang berkembang luas dikalangan masyarakat sangatlah rumit dan unsur-unsur yang berbenturan dengan kepercayaan resmi negara ditekan oleh pemerintahan Fir’aun. Pada dasarnya mereka percaya kepada banyak tuhan dan tuhan ini biasanya digambarkan memiliki kepala binatang dengan tubuh manusia.
Kehidupan setelah mati merupakan bagian terpenting dalam kepercayaan bangsa Mesir. Mereka percaya bahwa roh akan terus hidup setelah jasad mati. Sesuai dengan hal ini roh-roh dari orang mati dibawa oleh malaikat-malaikat tersebut kepada tuhan sebagai hakim dan 4 saksi hakim lainnya, sebuah skala derajat tersusun dipertengahan dan jantung dari ruh/jiwa ditimbang dalam skala ini. Bagi mereka yang mati dengan timbangan kebaikan lebih banyak hidup dalam keadaan penuh dengan keindahan dan hidup dalam kebahagiaan, bagi mereka yang timbangannya lebih berat dengan kejahaan dikirim ke satu tempat dimana mereka mendapatkan siksaan yang berat. Disana mereka disiksa dalam keabadian oleh sebuah makhluk aneh yang disebut dengan “Pemakan Kematian”.
Darimakah asal mula kutukan itu?
Kutukan dipopulerkan oleh film Hollywood, namun tampaknya berasal dari buku fiksi. Salah satu kemungkinannya adalah cerita pendek berjudul Lost in a Pyramid: The Mummy’s Curse, yang ditulis oleh Lousia May Alcott pada tahun 1860.
Kemungkinan lain adalah cerita yang ditulis oleh pelukis Amerika, Joseph Smith (1863 – 1950). Ia menceritakan kutukan yang menimpa mertua Tutankhamun, Raja Akhenaton. Takhta diberikan kepada anak perempuan ketiga setelah Raja Akhenaton meninggal. Ketika Tutankhemen menikah dengan anak perempuan ketiga ini, takhta kerajaan diberikan kepadanya. Raja Akhenaton tidak disenangi para pendeta, karena ia telah mencampuri urusan agama mereka. Ia menyatukan ratusan dewa menjadi satu dewa, Ra, Dewa Matahari.
Setelah Akhenaton meninggal dunia, para pendeta membalas dendam dengan mengutuk ” jiwa dan raganya” mengembara secara terpisah di ruang angkasa dan tak pernah baersatu menuju keabadian”. Namun kutukan ini bukan ditujukan kepada Tutankhemen. Kepala pendeta, Ay, mengambil tkhta ketika Tutankemen meninggal. Dan ada spekulasi bahwa ia-lah yang sebenarnya berada dibalik kematian misterius raja muda ini.-Salam Adin-
“semoga bermanfaat”